Senin, 03 November 2008

Latihan Elang Thailand dan Indonesia


Asisten Operasi KASAU (Asops Kasau) Marsekal Muda TNI Pandji Utama yang didampingi oleh Air Marshal Srichown Chanruang yang sehari-hari menjabat sebagai Asisten Operasi RTAF (Asst. Chief Of The Air Staff For Operation RTAF) secara resmi menutup kegiatan Latma Elang Thainesia XIV/2008 Kamis (30/10). Pada upacara penutupan tersebut disaksikan langsung oleh Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I (Pangkoopsau I) Marsekal Muda Imam Sufaat, S.Ip dan beberapa pejabat teras dari Mabes TNI AU, pejabat teras dari RTAF dan Komandan Lanud Pekanbaru Kolonel Pnb Dody Trisunu serta turut hadir beberapa pejabat TNI AU, Muspida dari Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru.



Latihan Bersama Elang Thainesia ini berlangsung kurang lebih dua pekan yang dimulai sejak tanggal 20 Oktober 2008 ini melibatkan empat Pesawat Hawk 100/200 yang Terdiri dari Satu Hawk 100 dengan seri TL 0103 dan Tiga Hawk 200 dengan seri TT 0208, TT 0213, TT 0214 dari Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru yang di pimpin langsung oleh Letkol Pnb Nana resmana selaku Komandan Skadron beserta 14 penerbang Fighter dengan pangkat Lettu sampai Mayor. Sementara RTAF mengerahkan Enam pesawat Alpha Jet dari Skadron Udara 231 Wing 23 Lanud Udon Thani, Thailand.

Latihan bersama ini lebih menitik beratkan pada kerja sama dalam koordinasi, komunikasi, dan kendali dalam operasi Udara Taktis (Tactical Air Operation). Tujuannya untuk saling tukar keterampilan dan pengalaman di antara para penerbang tempur dari kedua Angkatan Udara.

Latihan di mulai dengan Command Post Exercise (CPX) atau gladi posko, yang bertujuan untuk menguji prosedur perintah dan kominikasi yang harus di pahami oleh semua penerbang yang terlibat. Kemudian di lanjutkan dengan Air Maneuvering Exsercise (AMX) atau manufer lapangan (Manlap), untuk mengkombinasikan Operasi-operasi Udara Taktis secara bersama-sama secara actual.

Sementara itu Asops KASAU Marsekal Muda TNI Panji Utama kepada Pers seusai Upacara penutupan, kamis (30/10) mengemukakan rasa bangganya kepada Skadron Udara 12 yang merupakan satuan di bawah Koopsau I, yang telah menunjukan kinerja yang bagus selama latihan berlangsung.




Selengkapnya...

Jumat, 31 Oktober 2008

Lion Air Gandeng Akademi Pilot Australia Didik 300 Pilot Baru

akarta (ANTARA News) - Maskapai Penerbangan Swasta Nasional Lion Air akan menggandeng akademi pilot Australia untuk mendidik 300 pilot barunya pada 2008 dengan anggaran yang disiapkan mencapai 20 juta dolar AS.



"Total kebutuhan kami dengan 122 pesawat Boeing 737-900 ER sebanyak 600 pilot. Untuk itu, mulai tahun depan 300 pilot segera kami didik dengan mengadopsi sistim dari pendidikan pilot yang dikembangkan dua akademi di Australia," kata Manajer Humas Lion Air, Hasyim Arsal Alhabsy, kepada pers di Jakarta, Selasa.

Menurut Hasyim, 300 pilot tersebut akan terbagi dalam delapan angkatan dengan masing-masing angkatan 25 orang dan lama pendidikan 14 bulan. "Sistem pendidikannya campuran antara di Australia dan Indonesia," katanya.

Konsepnya, kata Hasyim, boleh jadi, para calon pilot yang diseleksi dari lulusan setingkat sekolah menengah atas (SMA) ini akan dididik oleh para instruktur dari dua perusahaan Australia, yakni Flight Idea dan ST Atas dan pelaksanaan pendidikannya di Lion Facility Village (LFV) seluas 2,1 ha di Cengkareng, Banten, atau beberapa bulan di Australia.

"Dua perusahaan itu sudah punya `license` dan sertifikasi dari ICAO (International Civil Aviation Organisasi) untuk kategori pendidik pilot `multi purpose rating` dengan lama pendidikan hanya 14 bulan atau cukup singkat bila dibanding dengan pendidikan sejenis di dalam negeri selama 3-4 tahun," katanya.

Konsekuensinya, biaya untuk per orang siswa sekitar 40-50 ribu dolar AS. "Untuk itu, Lion Air menyediakan semacam beasiswa dan lulusan dari program itu nantinya akan diikat kontrak kerja dengan Lion Air untuk beberapa tahun. Penghasilan mereka bisa mencapai 500 juta per tahun," katanya.

Kendati begitu, tegasnya, Lion Air tidak menafikan peluang kerjasama untuk program serupa juga menggandeng Sekolah Tinggi Penerbang Indonesia (STPI), Badan Diklat Departemen Perhubungan (Dephub).

"Rencana kami, dari program pengadaan pilot selama ini 5-10 orang calon pilot Lion Air juga didik di STPI Curug, Tangerang," katanya.

Ia juga menambahkan, pendanaan untuk program itu sekitar 40 persen berasal dari ekuiti Lion Air dan selebihnya adalah dari sindikasi perbankan nasional.

Sebelumnya, Badan Diklat Departemen Perhubungan menyebutkan, Indonesia per tahunnya saat ini membutuhkan 400 pilot baru, sedangkan kemampuan STPI Curug per tahunnya hanya 150-200 orang saja.

"Itu pun adalah pemegang lisensi pilot `gundul`. Untuk bisa terbang pesawat jet tertentu, ia harus menempuh pendidikan rating lagi," kata Kepala Badan Diklat Dephub, Dedy Dharmawan.

Pada kesempatan itu, Hasyim menjelaskan, untuk mensukseskan program itu, pihaknya siap mendatangkan empat simulator Boeing 737-900 ER mulai akhir tahun ini hingga beberapa tahun ke depan.

"Dua simulator Boeing 737-900ER yang merupakan paket dari pemesanan 122 pesawat jenis itu akan datang pada akhir tahun ini, hampir bersamaan dengan penerimaan dua pesawat Boeing 737-900 ER pada pertengahan Desember yang merupakan pesawat ke-6 dan ke-7 dari total pemesanan 122 pesawat itu," katanya.

Lion hingga saat ini telah memiliki dua simulator yakni satu untuk pesawat jenis MD dan satu lagi Boeing 737-400. Ke-4 simulator itu nantinya akan ditempatkan di LFV.

Ia juga mengatakan, para pilot lulusan program itu, diharapkan sudah mengantongi jam terbang sekitar 400 jam sehingga sudah bisa memiliki kemampuan bar satu dan bisa ikut dalam penerbangan Lion Air.

"Tahap berikutnya untuk sampai pada jenjang bar 4 atau sebagai pilot Lion Air, mereka tetap harus diuji oleh Dirjen Perhubungan Udara. Untuk posisi ke bar 4 biasanya diperlukan sekitar 5000 jam terbang," katanya.

Hasyim juga menambahkan, Lion akan mengumumkan rencana penerimaan 300 pilot itu mulai akhir tahun ini dengan persyaratan usia di atas 18 tahun dan lulus sekolah setingkat SMA. "Peluang ini juga terbuka bagi wanita," katanya.(*)

from : antaranews

Selengkapnya...

Sabtu, 25 Oktober 2008

Pilot

Pilot adalah sebutan untuk orang yang mengemudikan pesawat terbang. Sebagai sebuah profesi yang menuntut keahlian/skill dalam mengemudikan sebuah pesawat, seorang pilot harus menempuh ujian resmi yang diadakan oleh sekolah penerbangan. Jika dinyatakan lulus dalam ujian, seorang pilot akan mendapat sertifikasi terbang, yaitu suatu surat pengakuan kemampuan sang pilot untuk menerbangkan pesawat dengan tipe/ukuran tertentu.

Keahlian seorang pilot dalam menerbangkan pesawat komersial merupakan dasar utama yang menentukan kualitas seorang pilot. Faktor-faktor pendukung keahlian seorang pilot selain surat sertifikasi adalah jumlah jam terbang yang telah dimiliki. Keselamatan suatu penerbangan adalah tanggung jawab seorang pilot.

Dalam tugasnya di dalam kokpit pesawat, pilot dibantu oleh seorang ko-pilot. Selama penerbangan berlangsung semenjak take off hingga landing, pilot dan ko-pilot akan mengikuti jalur-jalur penerbangan yang telah terprogram melalui bantuan navigasi pesawat dan mengikuti informasi yang diberikan oleh menara kontrol lalu-lintas bandar udara.

Didalam sebuah penerbangan komersial, pilot dan ko-pilot bertugas mengemudikan pesawat sementara pramugari dan pramugara akan melayani kebutuhan para penumpang. Pilot, ko-pilot dan pramugari/pramugara adalah awak kabin pesawat.

Pembicaraan yang dilakukan pilot, ko-pilot dengan petugas menara kontrol lalu-lintas dari dan ke sebuah bandar udara akan direkam oleh kotak hitam.


Selengkapnya...

Pengikut

Ingin Sukses Di Internet ???

Gabung di Sini Dapet Rp 50000/bln

Nge-net Dapat Duit